Green Computing atau Information Technology yang berbasis lingkungan, yang merupakan kajian dan praktik penggunaan sumber daya komputer secara efisien. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, tenaga surya, mineral dan juga organisasi yang tumbuh dan berkembang di dalammnya yaitu flora dan fauna. Seperti yang kita ketahui lingkungan mempunyai unsur abiotik (unsur-unsur yang tidak dapat diperbaharui atau sekali pakai) dan unsur biotik (unsur senyawa yang dapat diperbaharui). Lingkungan juga bersifat sustainable yang merupaka kunci berkelanjutan hidup serta pilar dalam masyarakat.
Jurnal dan Cerita
Mengupas keseharian, menemukan pencerahan
Selasa, 26 November 2024
Sabtu, 10 Maret 2012
Read and Write
Menikmati sebuah bacaan seperti komik, novel, puisi, berita, artikel, majalah, jurnal, dan lain sebagainya, tentu kita sebagai pelaku yang melakukan aktifitas tersebut memiliki rasa nyaman tersendiri. "Buku Jendela Dunia" iap pepatah ini teringat saat beranjak besar dan menduduki klasemen sementara di sebuah sekolah dasar, betapa besar pengaruh dari pepatah ini????
Menjawab pertanyaan diatas, saya teringat dari pesan almarhum Presiden Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid. Indonesia memang seharusnya bangga dan memberikan apresiasi terhadap perjuangan beliau, dan banyak sumbangsih dalam sejarah kehidupan masyarakat Indonesia. Meskipun banyak yang tidak setuju dengan pemikiran beliau, yang terkadang terdengar simpel namun kalau kita cermati beliau benar-benar ingin membangun Indonesia untuk terus maju. Kembali ke pepatah "Buku Jendela Dunia", hal ini yang beliau ajarkan dan merupakan salah satu pesan kecil untuk masyarakat Indonesia. Meskipun pepatah ini terlihat sederhana, namun hasil dari pepatah ini sungguh luar biasa. Dengan buku kita pasti membacanya, dengan membaca buku kita akan tahu apa yang sebelumnya kita tidak tahu. Jadikan Buku sebagai sumber inspirasi, walaupun tidak di pungkiri, akhir-akhir ini masa untuk buku terus hidup seperti fajar sore yang menjemput malam. Artinya buku sudah mulai tenggelam dengan banyaknya pengaruh Informasi dan Teknologi, baik itu internet, media sosial, dunia pertelevisian, dan lain sebagainya.
Read...Read... Read...
Ia, tidak ada kata lain, jadikan momen tiap waktu yang kamu lakukan dengan membaca. Apapun itu, baca dengan perlahan. Namun lagi-lagi pasti saja membaca itu terkadang membosankan, tapi coba bayangkan saat kamu semua membaca pesan singkat. Mengapa ada perbedaan dari sudut pandang ini. Sejauh ini menurut pandanganku, terkadang orang lebih suka membaca sms, komik, majalah, ataupun koran. Namun buku pengetahuan jarang kita temukan di tengah-tengah masyarakat kita. Kenapa?? kenapa??? ada beberapa jawaban yang menjadi landasan dasar mengapa membaca buku-buku pengetahuan lebih membosankan daripada komik, majalah, sms, ataupun koran, berikut landasan yang saya ambil dari sudut pandang saya sendiri :
1. Buku pengetahuan itu terlalu tebal di banding dengan pesan ini, komik, majalah, ataupun koran.
2. Orang lebih memahami arti yang singkat, bukan penjelasan yang bertele-tele.
3. Kurang interaktif.
4. Not a simple.
5. Hanya untuk pengetahuan yang bersifat khusus.
Mungkin sederetan yang telah saya sebutkan, masih kurang. Namun dari sudut pandang ini saya bisa mengambil kesimpulan, mengapa akhir-akhir ini banyak orang Indonesia terkadang malas untuk membaca sebuah buku yang tebalnya hingga beratus-ratus, bahkan beribu-beribu halaman. Kesimpulannya begini, hal yang pertama kamu baca merupakan suatu impian titik akhir yang ketika kamu selesai membacanya, hal itu harus bisa melekat dalam tubuhmu, artinya sesuatu yang melekat itu adalah rasa dari pesan yang disampaikan buku tersebut dapat masuk dalam kehidupan sehari-hari kamu. Coba bayangkan saat kamu semua membaca sms dari pacar kamu. "Sayang.. lagi ap?", sekarang setelah kamu membaca sms tersebut, pasti langsung ada respon dari dalam diri kamu sendiri untuk membalas isi dari sms tersebut. Nah sekarang kita berpindah lagi kedalam buku, kebanyakan buku yang kamu baca terkadang tidak sesuai dengan minat. Hal ini yang seharusnya menjadi kunci pokok. sekarang kunci utama, kamu harus membaca sesuai dengan angan dan minatmu dulu. jangan langsung ke dalam konteks buku tebal. Sebab bagaimanapun juga, dengan membaca teks singkat, pasti ada ejaan kata maupun kalimat yang mempunyai arti dan kamu sendiri belum paham dengan arti kalimat tersebut. Dari beberapa kalimat yang kamu dapatkan, hall pertama jangan dulu bertanya kepada lawan bicara. Usahakan mencari buku yang khusus membahas topik yang baru kamu baca, baik dari majalah, koran ataupun komik Misalnya tentang fotografi, itu berkaitan erat dengan sudut elevasi dan diafgragma. Hal ini terkadang dibahas dalam bidang Matematika dan Fisika. sedikit tidak kamu akan mempelajari buku konteks yang tebal, karena kalaupun kamu tidak mempelajari-pun itu tidak masalah, Namun bedakan hasilnya dengan yang sudah faham tentang sudut elevasi dan diafgragma, mungkin buat pemula dia akan belajar dengan kameranya dalam sebulan, dan yang telah mempelajari sudut elevasi maupun diafgrama. Mungkin bagi yang mahir fotografi profesional photograph, akan hanya memposisikan tubuhnya seperti jalan tangga. artinya professional photograph tinggal mengarahkan posisi tubuhnya ke atas ataupun kebaah.
Jadi untuk intinya dalam pembahasan kali ini. Membaca sebenarnya suatu kegiatan yang terkadang terdengar bosan, namun mengasikkan. Baca apa yang menjadi minat kamu sekalian. agar ap yang kita baca melekat dalam diri kita sendiri. Have a nice day...
Menjawab pertanyaan diatas, saya teringat dari pesan almarhum Presiden Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid. Indonesia memang seharusnya bangga dan memberikan apresiasi terhadap perjuangan beliau, dan banyak sumbangsih dalam sejarah kehidupan masyarakat Indonesia. Meskipun banyak yang tidak setuju dengan pemikiran beliau, yang terkadang terdengar simpel namun kalau kita cermati beliau benar-benar ingin membangun Indonesia untuk terus maju. Kembali ke pepatah "Buku Jendela Dunia", hal ini yang beliau ajarkan dan merupakan salah satu pesan kecil untuk masyarakat Indonesia. Meskipun pepatah ini terlihat sederhana, namun hasil dari pepatah ini sungguh luar biasa. Dengan buku kita pasti membacanya, dengan membaca buku kita akan tahu apa yang sebelumnya kita tidak tahu. Jadikan Buku sebagai sumber inspirasi, walaupun tidak di pungkiri, akhir-akhir ini masa untuk buku terus hidup seperti fajar sore yang menjemput malam. Artinya buku sudah mulai tenggelam dengan banyaknya pengaruh Informasi dan Teknologi, baik itu internet, media sosial, dunia pertelevisian, dan lain sebagainya.
Read...Read... Read...
Ia, tidak ada kata lain, jadikan momen tiap waktu yang kamu lakukan dengan membaca. Apapun itu, baca dengan perlahan. Namun lagi-lagi pasti saja membaca itu terkadang membosankan, tapi coba bayangkan saat kamu semua membaca pesan singkat. Mengapa ada perbedaan dari sudut pandang ini. Sejauh ini menurut pandanganku, terkadang orang lebih suka membaca sms, komik, majalah, ataupun koran. Namun buku pengetahuan jarang kita temukan di tengah-tengah masyarakat kita. Kenapa?? kenapa??? ada beberapa jawaban yang menjadi landasan dasar mengapa membaca buku-buku pengetahuan lebih membosankan daripada komik, majalah, sms, ataupun koran, berikut landasan yang saya ambil dari sudut pandang saya sendiri :
1. Buku pengetahuan itu terlalu tebal di banding dengan pesan ini, komik, majalah, ataupun koran.
2. Orang lebih memahami arti yang singkat, bukan penjelasan yang bertele-tele.
3. Kurang interaktif.
4. Not a simple.
5. Hanya untuk pengetahuan yang bersifat khusus.
Mungkin sederetan yang telah saya sebutkan, masih kurang. Namun dari sudut pandang ini saya bisa mengambil kesimpulan, mengapa akhir-akhir ini banyak orang Indonesia terkadang malas untuk membaca sebuah buku yang tebalnya hingga beratus-ratus, bahkan beribu-beribu halaman. Kesimpulannya begini, hal yang pertama kamu baca merupakan suatu impian titik akhir yang ketika kamu selesai membacanya, hal itu harus bisa melekat dalam tubuhmu, artinya sesuatu yang melekat itu adalah rasa dari pesan yang disampaikan buku tersebut dapat masuk dalam kehidupan sehari-hari kamu. Coba bayangkan saat kamu semua membaca sms dari pacar kamu. "Sayang.. lagi ap?", sekarang setelah kamu membaca sms tersebut, pasti langsung ada respon dari dalam diri kamu sendiri untuk membalas isi dari sms tersebut. Nah sekarang kita berpindah lagi kedalam buku, kebanyakan buku yang kamu baca terkadang tidak sesuai dengan minat. Hal ini yang seharusnya menjadi kunci pokok. sekarang kunci utama, kamu harus membaca sesuai dengan angan dan minatmu dulu. jangan langsung ke dalam konteks buku tebal. Sebab bagaimanapun juga, dengan membaca teks singkat, pasti ada ejaan kata maupun kalimat yang mempunyai arti dan kamu sendiri belum paham dengan arti kalimat tersebut. Dari beberapa kalimat yang kamu dapatkan, hall pertama jangan dulu bertanya kepada lawan bicara. Usahakan mencari buku yang khusus membahas topik yang baru kamu baca, baik dari majalah, koran ataupun komik Misalnya tentang fotografi, itu berkaitan erat dengan sudut elevasi dan diafgragma. Hal ini terkadang dibahas dalam bidang Matematika dan Fisika. sedikit tidak kamu akan mempelajari buku konteks yang tebal, karena kalaupun kamu tidak mempelajari-pun itu tidak masalah, Namun bedakan hasilnya dengan yang sudah faham tentang sudut elevasi dan diafgragma, mungkin buat pemula dia akan belajar dengan kameranya dalam sebulan, dan yang telah mempelajari sudut elevasi maupun diafgrama. Mungkin bagi yang mahir fotografi profesional photograph, akan hanya memposisikan tubuhnya seperti jalan tangga. artinya professional photograph tinggal mengarahkan posisi tubuhnya ke atas ataupun kebaah.
Jadi untuk intinya dalam pembahasan kali ini. Membaca sebenarnya suatu kegiatan yang terkadang terdengar bosan, namun mengasikkan. Baca apa yang menjadi minat kamu sekalian. agar ap yang kita baca melekat dalam diri kita sendiri. Have a nice day...
Langganan:
Postingan (Atom)
Green Computing
Green Computing atau Information Technology yang berbasis lingkungan, yang merupakan kajian dan praktik penggunaan sumber daya komputer sec...