Sabtu, 10 Maret 2012

Read and Write

Menikmati sebuah bacaan seperti komik, novel, puisi, berita, artikel, majalah, jurnal, dan lain sebagainya, tentu kita sebagai pelaku yang melakukan aktifitas tersebut memiliki rasa nyaman tersendiri. "Buku Jendela Dunia" iap pepatah ini teringat saat beranjak besar dan menduduki klasemen sementara di sebuah sekolah dasar, betapa besar pengaruh dari pepatah ini????

Menjawab pertanyaan diatas, saya teringat dari pesan almarhum Presiden Indonesia ke-4 KH. Abdurrahman Wahid. Indonesia memang seharusnya bangga dan memberikan apresiasi terhadap perjuangan beliau, dan banyak sumbangsih dalam sejarah kehidupan masyarakat Indonesia. Meskipun banyak yang tidak setuju dengan pemikiran beliau, yang terkadang terdengar simpel namun kalau kita cermati beliau benar-benar ingin membangun Indonesia untuk terus maju. Kembali ke pepatah "Buku Jendela Dunia", hal ini yang beliau ajarkan dan merupakan salah satu pesan kecil untuk masyarakat Indonesia. Meskipun pepatah ini terlihat sederhana, namun hasil dari pepatah ini sungguh luar biasa. Dengan buku kita pasti membacanya, dengan membaca buku kita akan tahu apa yang sebelumnya kita tidak tahu. Jadikan Buku sebagai sumber inspirasi, walaupun tidak di pungkiri, akhir-akhir ini masa untuk buku terus hidup seperti fajar sore yang menjemput malam. Artinya buku sudah mulai tenggelam dengan banyaknya pengaruh Informasi dan Teknologi, baik itu internet, media sosial, dunia pertelevisian, dan lain sebagainya.

Read...Read... Read...
Ia, tidak ada kata lain, jadikan momen  tiap waktu yang kamu lakukan dengan membaca. Apapun itu, baca dengan perlahan. Namun lagi-lagi pasti saja membaca itu terkadang membosankan, tapi coba bayangkan saat kamu semua membaca pesan singkat. Mengapa ada perbedaan dari sudut pandang ini. Sejauh ini menurut pandanganku, terkadang orang lebih suka membaca sms, komik, majalah, ataupun koran. Namun buku pengetahuan jarang kita temukan di tengah-tengah masyarakat kita. Kenapa?? kenapa??? ada beberapa jawaban yang menjadi landasan dasar mengapa membaca buku-buku pengetahuan lebih membosankan daripada komik, majalah, sms, ataupun koran, berikut landasan yang saya ambil dari sudut pandang saya sendiri :
1. Buku pengetahuan itu terlalu tebal di banding dengan pesan ini, komik, majalah, ataupun koran.
2. Orang lebih memahami arti yang singkat, bukan penjelasan yang bertele-tele.
3. Kurang interaktif.
4. Not a simple.
5. Hanya untuk pengetahuan yang bersifat khusus.

Mungkin sederetan yang telah saya sebutkan, masih kurang. Namun dari sudut pandang ini saya bisa mengambil kesimpulan, mengapa akhir-akhir ini banyak orang Indonesia terkadang malas untuk membaca sebuah buku yang tebalnya hingga beratus-ratus, bahkan beribu-beribu halaman. Kesimpulannya begini, hal yang pertama kamu baca merupakan suatu impian titik akhir yang ketika kamu selesai membacanya, hal itu harus bisa melekat dalam tubuhmu, artinya sesuatu yang melekat itu adalah rasa dari pesan yang disampaikan buku tersebut dapat masuk dalam kehidupan sehari-hari kamu. Coba bayangkan saat kamu semua membaca sms dari pacar kamu. "Sayang.. lagi ap?", sekarang setelah kamu membaca sms tersebut, pasti langsung ada respon dari dalam diri kamu sendiri untuk membalas isi dari sms tersebut. Nah sekarang kita berpindah lagi kedalam buku, kebanyakan buku yang kamu baca terkadang tidak sesuai dengan minat. Hal ini yang seharusnya menjadi kunci pokok. sekarang kunci utama, kamu harus membaca sesuai dengan angan dan minatmu dulu. jangan langsung ke dalam konteks buku tebal. Sebab bagaimanapun juga, dengan membaca teks singkat, pasti ada ejaan kata maupun kalimat yang mempunyai arti dan kamu sendiri belum paham dengan arti kalimat tersebut. Dari beberapa kalimat yang kamu dapatkan, hall pertama jangan dulu bertanya kepada lawan bicara. Usahakan mencari buku yang khusus membahas topik yang baru kamu baca, baik dari majalah, koran ataupun komik Misalnya tentang fotografi, itu berkaitan erat dengan sudut elevasi dan diafgragma. Hal ini terkadang dibahas dalam bidang Matematika dan Fisika. sedikit tidak kamu akan mempelajari buku konteks yang tebal, karena kalaupun kamu tidak mempelajari-pun itu tidak masalah, Namun bedakan hasilnya dengan yang sudah faham tentang sudut elevasi dan diafgragma, mungkin buat pemula dia akan belajar dengan kameranya dalam sebulan, dan yang telah mempelajari sudut elevasi maupun diafgrama. Mungkin bagi yang mahir fotografi profesional photograph, akan hanya memposisikan tubuhnya seperti jalan tangga. artinya professional photograph tinggal mengarahkan posisi tubuhnya ke atas ataupun kebaah.

Jadi untuk intinya dalam pembahasan kali ini. Membaca sebenarnya suatu kegiatan yang terkadang terdengar bosan, namun mengasikkan. Baca apa yang menjadi minat kamu sekalian. agar ap yang kita baca melekat dalam diri kita sendiri. Have a nice day...

Jumat, 02 Maret 2012

Geregetan!

weitz!!!!!! dah hampir dua minggu ini bahkan sebelum ujian akhir dimulai pun, rasa geregetan itu datang, entar datangnya darimana. Mungkin dari melemahnya syaraf-syaraf yang timbul akibat asap bebas hang di hembuskan secara sengaja atau bahkan rasa ingin bermalas-malasan yang sangat besar untuk hanya melalui dengan bersenang-senang tanpa ada gangguan?

Sebagian dari semua rasa itu pasti bercampur aduk dengan gairah dan hasrat keinginan yang besar untuk mencapai cita-cita. entah darimana datangnya, pasti suatu peristiwa itu datang walapun dengan kacamata kuda yang hanya lurus jauh kedepan. kita harus mengendalikan itu semua, dengan tidak melupakan apa yang benar itu belum tentu benar, dan salah itu belum tentu salah.

Rasa emosional yang ada di dalam diri manusia itu, pencampuran dari beberapa molekul-molekul yang bekerja di dalam 3 organ terpenting, yaitu : hati, pikiran (otak), indra (panca). yang masing-masing memiliki kesinambungan tersendiri, mulai dari apa yang kita lihat, dengar dan rasakan. Akan di olah dengan organ tersebut.


Kembali ke topik, "GEREGETAN" kadang kita merasa apa yang telah kita lewati itu adalah pelajaran serta kenangan tanpa harus melakukan hal yang sama agar hidup lebih berwarna. namun ketika hal yang terlewatkan itu memberikan luka mendalam, dan trauma atau bahkan kejadian yang tidak kita inginkan, maka hal tersebut sama seperti angan-angan kuat lalu ditampar dengan ocehan dari orang yang sebenarnya mengetahui banyak tentang ilmu. padahal kita bisa saja mengelak dengan apa adanya yang kita punya. namun rasa "gengsi" atau malu yang masih mendera dalam diri kita sering kita pendam, yang mengakibatkan penyakit yang sangat berbahaya untuk dimiliki beberapa orang untuk dapat berpotensi dan berkembang.

Ada suatu cerita tentang diri saya sendiri, dimana tamparan hebat itu datang waktu ujian beberapa pekan yang lalu mengingatkan aku agar lebih rajin belajar. Namun telah semua aku jalani untuk mendapat yang terbaik, dengan kemampuan yang belum dibilang cukup terlalu besar. Namun dengan ilmu yang aku punya bisa-bisa saja dia terdian dan tertunduk malu atas ketahuan atau wawasan yang aku miliki.

GEREGETAN itu laksana sesuatu yang ingin dilakukan namun tidak dapat dikeluarkan sepuasnya. mau marah namun tidak tahu salah itu ap? ia biarkanlah mengalir apa adanya. karena kita tidak pernah tahu bagaimana semua akan terungkap dengan baik dan benar.

Kamis, 05 Januari 2012

Tentang Cita-Cita

Salam..
Tahun 2012 tahun "Galau" percaya atau tidak buktikan sendiri. Ini bermula dari sebuah kelahiran yang dulu aku hadapai. Ternyata kalau dilihat dengan kepala mata kita sendiri, sebenarnya kita semua terlahir sebagai penyanyi. Gak percaya? Harus percaya, sebab semenjak kita keluar dari dalam rahim seorang Ibu, kita sudah mencoba untuk mengeluarkan suara lantang, yang berarti kita sudah masuk ke dalam genre musik Rock.

Lima tahun setelah itu kita beranjak dewasa setelah umur lebih dari lima tahun, kita belajar musik Reage. gak percaya lagi? Wah liat dong pada usia segitu malas makan g?, terus kadang gak suka mandi to? pasti suka main, hayo mau bukti ap lagi? bukan karena penyanyi Rege gak suka mandi atau suka maen, tapi kan biasanya sepanjang jalan sejak dulu hingga saat ini ia... entahlah hanya sebuah naluri.

Oke lanjut lagi pada saat umur 15-19 tahun, masa dimana pubertas mulai tumbuh dan disilah kita mengenal genre musik Punk. gak percaya? yuk kita renungkan, berapa banyak siswa pelajar yang terlibat tawuran? dan berapa banyak mereka pada usia segitu (15-19) suka ajojing kelayapan sampe kadang gak pulang.?? masih mau bukti lagi?? cari sendiri donk!!!! Eit tapi masih ada satu lagi yang membuat kita merasa akhir-akhir ini merasa terganggu. bukan hanya Punk ternyata wabah yang satu lagi yaitu genre musik "ALAY" yang biasa sekarang kita saksikan di televisi Nasional, hampir rata-rata semua penonton dan yang jogetnya "ALAY" kenapa??? mulut compang-camping tapi gak tahu lagu arahnya kemana. kita akan membahas tema "Tentang Cita-Cita setelah beranjak masa senja. masih seputar genre musik yang kita suka bawakan dari semenjak terlahir di dunia.

Sekitar umur 20-25. musik genre umum. kenapa saya bilang umum, karena disinilah berkumpulnya semua jenis musik. mulai dari Rock, Metal, Jazz, Punk, Blues, Pop, Oldies song, Hip-Hop and other's..... semua bertumpah ruah pada saat umur 20-25. gak percaya??? kog gak percaya terus??? ni baca baik2 ia... Ada yang bilang umur 20-25 adalah umur para "Eksekutif Muda". Mulai dari yang belum mapan sampai yang sudah mapan bisa saja bersatu. terbukti dengan banyaknya persaingan pasar industri musik yang seperti industri pasar sayur kol, dimana kol cepat tumbuh dan cepat juga untuk busuk.

Umur diatas 25. ini adalah kaumnya para melankolis dan para Oldies Song, Jazz, Blues, Country dan pokoknya yang melankolis lah. mau tahu sebabnya? mari kita renungkan baik-baik, semakin tua kita semakin lemah kemampuan untuk mendengar, namun semakin kuat memori untuk mengingat! Ini bisa kita buktikan dengan cara, berteriaklah sekeras-kerasnya pada orang yang sudah mulai renta, kalau anda tidak di tabok berarti anda di bacok... :D maaf just kidding. Tapi kalau benar-benar direnungkan ini benar adanya, karena semakin tua kita, "Semakin banyak makan asam garam", dan anda tidak mungkin melakukan hal yang aneh-sebab dari faktor usia. anda mau ajojing.??? ingat tulang anda akan keropos. :D

Itu sedikit pembahasan pengantar dari tema postingan ini. Kembali ke tema yang akan saya bahas yaitu tentang cita-cita. dahulu sebenarnya saya anak pertama dari 4 bersaudara. karena terinspirasi dari alm. Brorey saat menyanyikan lagu "Jangan Ada Dusta" -secara dulu almarhum bokap paling suka lagu-lagu yang mirip ini- saya terobsesi besar untuk menjadi seorang dokter. Karena gak ada dokter yang berdusta terhadap pasiennya. Memang tak ada tampang untuk menjadi seorang dokter. Namun itulah namanya rejeki, gak bakal kemana kalau Gusti Allah belum mengijinkan. Sirna sudah harapan untuk menjadi dokter karena kalau tidak pintar, minimal anda harus kaya. kalaupun pintar hanya sesaat alias suka ngibul dan anda tidak kaya maka bermimpilah untuk jadi dokter cinta. :P dan jangan salah, seorang pujangga cinta biasanya bisa menjadi dokter buat cewek-cewek yang sedang galau, ditinggal jauh sama cowoknya, atau menjadi orang terdekat bahkan bisa menjadi dokter hati buat sahabat-sahabat anda yang sedang bentrok rumah tangga. Terbukti dengan adanya dr. Boyke dan Psikolog remaja yang sedang naik daun Zoya Amiri.

Setalah lama meninggalkan itu semua kalang kabut setelah SMA, wah semua buyar mimpi cuma sanggahan saja mau jadi Polisi lah, ntr takutnya cuma memperlambat laju motor lagi kalau di gang-gang rumah. Pengen jadi pilot eh sama juga seperti dokter,. haduh.... dan akhirnya sampai saat ini Impian itu ada dan saya telah menemukannya. Bahwa saya terobsesi menjadi seorang Boy Band... huekk....:P


Green Computing

Green Computing atau Information Technology yang berbasis lingkungan, yang merupakan kajian dan praktik penggunaan sumber daya komputer sec...