weitz!!!!!! dah hampir dua minggu ini bahkan sebelum ujian akhir dimulai pun, rasa geregetan itu datang, entar datangnya darimana. Mungkin dari melemahnya syaraf-syaraf yang timbul akibat asap bebas hang di hembuskan secara sengaja atau bahkan rasa ingin bermalas-malasan yang sangat besar untuk hanya melalui dengan bersenang-senang tanpa ada gangguan?
Sebagian dari semua rasa itu pasti bercampur aduk dengan gairah dan hasrat keinginan yang besar untuk mencapai cita-cita. entah darimana datangnya, pasti suatu peristiwa itu datang walapun dengan kacamata kuda yang hanya lurus jauh kedepan. kita harus mengendalikan itu semua, dengan tidak melupakan apa yang benar itu belum tentu benar, dan salah itu belum tentu salah.
Rasa emosional yang ada di dalam diri manusia itu, pencampuran dari beberapa molekul-molekul yang bekerja di dalam 3 organ terpenting, yaitu : hati, pikiran (otak), indra (panca). yang masing-masing memiliki kesinambungan tersendiri, mulai dari apa yang kita lihat, dengar dan rasakan. Akan di olah dengan organ tersebut.
Kembali ke topik, "GEREGETAN" kadang kita merasa apa yang telah kita lewati itu adalah pelajaran serta kenangan tanpa harus melakukan hal yang sama agar hidup lebih berwarna. namun ketika hal yang terlewatkan itu memberikan luka mendalam, dan trauma atau bahkan kejadian yang tidak kita inginkan, maka hal tersebut sama seperti angan-angan kuat lalu ditampar dengan ocehan dari orang yang sebenarnya mengetahui banyak tentang ilmu. padahal kita bisa saja mengelak dengan apa adanya yang kita punya. namun rasa "gengsi" atau malu yang masih mendera dalam diri kita sering kita pendam, yang mengakibatkan penyakit yang sangat berbahaya untuk dimiliki beberapa orang untuk dapat berpotensi dan berkembang.
Ada suatu cerita tentang diri saya sendiri, dimana tamparan hebat itu datang waktu ujian beberapa pekan yang lalu mengingatkan aku agar lebih rajin belajar. Namun telah semua aku jalani untuk mendapat yang terbaik, dengan kemampuan yang belum dibilang cukup terlalu besar. Namun dengan ilmu yang aku punya bisa-bisa saja dia terdian dan tertunduk malu atas ketahuan atau wawasan yang aku miliki.
GEREGETAN itu laksana sesuatu yang ingin dilakukan namun tidak dapat dikeluarkan sepuasnya. mau marah namun tidak tahu salah itu ap? ia biarkanlah mengalir apa adanya. karena kita tidak pernah tahu bagaimana semua akan terungkap dengan baik dan benar.
Sebagian dari semua rasa itu pasti bercampur aduk dengan gairah dan hasrat keinginan yang besar untuk mencapai cita-cita. entah darimana datangnya, pasti suatu peristiwa itu datang walapun dengan kacamata kuda yang hanya lurus jauh kedepan. kita harus mengendalikan itu semua, dengan tidak melupakan apa yang benar itu belum tentu benar, dan salah itu belum tentu salah.
Rasa emosional yang ada di dalam diri manusia itu, pencampuran dari beberapa molekul-molekul yang bekerja di dalam 3 organ terpenting, yaitu : hati, pikiran (otak), indra (panca). yang masing-masing memiliki kesinambungan tersendiri, mulai dari apa yang kita lihat, dengar dan rasakan. Akan di olah dengan organ tersebut.
Kembali ke topik, "GEREGETAN" kadang kita merasa apa yang telah kita lewati itu adalah pelajaran serta kenangan tanpa harus melakukan hal yang sama agar hidup lebih berwarna. namun ketika hal yang terlewatkan itu memberikan luka mendalam, dan trauma atau bahkan kejadian yang tidak kita inginkan, maka hal tersebut sama seperti angan-angan kuat lalu ditampar dengan ocehan dari orang yang sebenarnya mengetahui banyak tentang ilmu. padahal kita bisa saja mengelak dengan apa adanya yang kita punya. namun rasa "gengsi" atau malu yang masih mendera dalam diri kita sering kita pendam, yang mengakibatkan penyakit yang sangat berbahaya untuk dimiliki beberapa orang untuk dapat berpotensi dan berkembang.
Ada suatu cerita tentang diri saya sendiri, dimana tamparan hebat itu datang waktu ujian beberapa pekan yang lalu mengingatkan aku agar lebih rajin belajar. Namun telah semua aku jalani untuk mendapat yang terbaik, dengan kemampuan yang belum dibilang cukup terlalu besar. Namun dengan ilmu yang aku punya bisa-bisa saja dia terdian dan tertunduk malu atas ketahuan atau wawasan yang aku miliki.
GEREGETAN itu laksana sesuatu yang ingin dilakukan namun tidak dapat dikeluarkan sepuasnya. mau marah namun tidak tahu salah itu ap? ia biarkanlah mengalir apa adanya. karena kita tidak pernah tahu bagaimana semua akan terungkap dengan baik dan benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar